Pentingnya Berkata Insyaallah

“Sulaiman berkata, “Sungguh, aku akan menggilir sembilan puluh isteri pada malam ini, setiap orang dari mereka akan melahirkan anak yang akan berperang di jalan Allah.” Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Ucapkanlah ‘Insyaallah’.’ Namun Sulaiman tidak mengucapkannya, kemudian ia menggilir mereka dan tidak ada di antara mereka yang melahirkan kecuali seorang wanita yang melahirkan setengah manusia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda: “Seandainya Sulaiman mengucapkan, ‘Insyaallah’, maka ia tidak berdosa dan hal itu akan mewujudkan keperluannya.”

– HR. Nasa’i

Sumpah Untuk Suami Istri Yang Saling Tuduh

aku mendengar Sa’id bin Jubair berkata, “Aku ditanya mengenai dua orang yang saling melakukan li’an (sumpah) pada masa pemerintahan Ibnu Az Zubair, apakah keduanya dipisahkan? Maka aku tidak mengetahui apa yang akan aku katakan. Kemudian aku berdiri dari tempatku menuju rumah Ibnu Umar dan berkata, “Wahai Abu Abdurrahman, apakah dua orang yang melakukan li’an dipisahkan antara keduanya? Ia menjawab, “Ya, subhanallah. Sesungguhnya orang pertama yang bertanya mengenai hal tersebut adalah Fulan bin Fulan. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat anda… -‘Amru tidak berkata; bagaimana pendapatmu- seorang lelaki di antara kami melihat perbuatan keji pada isterinya, apabila ia berbicara maka hal itu adalah suatu perkara yang besar, -sedangkan ‘Amru berkata; ia telah melakukan perkara yang besar-, dan apabila ia diam maka ia diam dalam kondisi seperti itu.” Kemudian beliau tidak menjawabnya. Setelah itu, orang tersebut datang kepada beliau dan berkata, “Sesungguhnya perkara yang telah aku tanyakan kepada anda, telah diujikan kepadaku (membuat penderitaan). Kemudian Allah ‘azza wajalla menurunkan ayat-ayat tersebut pada Surat An Nuur: ‘(Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), hingga firman Allah (dan (sumpah) yang kelima bahwa kemurkaan Allah akan menimpanya (isteri), jika dia (suami) termasuk orang yang berkata benar) ‘ (Qs. An Nuur: 6-9). Maka beliau memulai dari laki-laki, menasehati, mengingatkan dan mengabarkan kepadanya, bahwa adzab dunia lebih ringan daripada ‘adzab akhirat. Kemudian orang tersebut berkata, ‘Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak berdusta.’ Kemudian kepada wanita, beliau nasehati dan mengingatkannya. Kemudian wanita tersebut berkata, ‘Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, sesungguhnya ia telah berdusta.’ Kemudian beliau memulai dari yang laki-laki (untuk bersumpah). Maka laki-laki itu pun bersumpah empat kali dengan nama Allah, bahwa ia termasuk di antara orang-orang yang benar, dan yang kelimanya bahwa laknat Allah tertimpa kepadanya apabila ia termasuk orang yang berdusta. Kemudian kepada yang wanita, maka ia bersumpah sebanyak empat kali dengan nama Allah, bahwa suaminya merupakan di antara orang-orang yang berdusta, dan yang kelimanya bahwa kemurkaan Allah tertimpa kepadanya apabila suaminya termasuk di antara orang-orang yang benar. Kemudian beliau memisahkan di antara mereka berdua.”

– HR. Nasa’i

Niat Sholat Sunnah Istikharah Dan Hajat

Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Al Mawal dari Muhammad bin Al Munkadir dari Jabir bin Abdullah, ia berkata;

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengajari kami cara beristikharah dalam seluruh perkara sebagaimana beliau mengajari kami surat Al Qur’an. Beliau bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian hendak melakukan suatu perkara, shalatlah dua rekaat yang bukan shalat wajib, kemudian mengucapkan:

ALLAAHUMMA INNII ASTAKHIIRUKA BI’ILMIKA WA ASTA’IINUKA BIQUDRATIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘AZHIIM FAINNAKA TAQDIRU WA LAA AQDIRU WA TA’LAMU WA LAA A’LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB. ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HADZAL AMRA KHAIRUN LII FII DIINII WA MA’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII atau mengatakan FII ‘AAJILI AMRII, WA AAJILIHI FAQDURHU LII WA YASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRA SYARRUN LII FII DIINII WA MA’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII atau ia mengatakan FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FASHRIFHU ‘ANNII WASHRIFNII ‘ANHU WAQDUR LIL KHAIRA HAITSU KAANA TSUMMA ARDHINII BIHI beliau bersabda:

“Kemudian menyebutkan hajatnya.”

– HR. Nasa’i

Haji Untuk Ibu

dari Al Fadhl bin Abbas bahwa ia pernah membonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian datang kepadanya seorang laki-laki seraya berkata; “Wahai Rasulullah, ibuku adalah orang yang tua renta, jika saya menggendongnya ia tidak dapat berpegangan, dan jika saya mengikatnya saya khawatir membunuhnya. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bagaimana pendapatmu seandainya ibumu memiliki hutang, apakah engkau akan membayarnya?” Orang tersebut berkata; “Iya”. Maka beliau bersabda: “Maka lakukanlah haji untuk ibumu.”

– HR. Nasa’i

Tanda Tanda Mencintai Dunia

27 TANDA-TANDA ANDA SUDAH MENJADI HAMBA DUNIA

1. Anda tidak bersiap-siap saat waktu solat akan tiba.

2. Anda melalui hari ini tanpa sedikit pun membuka lembaran Al-Qur’an lantaran Anda terlalu sibuk.

3. Anda selalu berfikir setiap waktu bagaimana caranya agar harta Anda semakin bertambah.

4. Anda marah ketika ada orang yang memberikan nasihat bahawa perbuatan yang Anda lakukan adalah haram.

5. Anda terus menerus menunda untuk berbuat amal soleh. “Aku akan mengerjakannya besok, nanti dan seterusnya.”

6. Anda sangat kagum dengan gaya hidup orang-orang kaya.

7. Anda selalu bersaing dengan orang lain untuk meraih cita-cita duniawi sehingga terabaikan amal ibadah

8. Anda tidak merasa bersalah saat melakukan dosa-dosa kecil.

9. Anda tidak mampu untuk segera berhenti berbuat yang haram, dan selalu menunda bertaubat kepada Allah.

10. Anda tidak kuasa berbuat sesuatu yang diredhai Allah sekiranya perbuatan itu boleh mengecewakan orang lain.

11. Anda sangat menumpukan perhatian terhadap harta benda yang sangat ingin Anda miliki.

12. Anda merencanakan kehidupan hingga jauh ke hadapan.

13. Anda menjadikan aktiviti belajar agama sebagai aktiviti pengisi waktu luang saja, setelah sibuk berkerjaya

14. Anda memiliki teman-teman yang kebanyakannya tidak mengingatkan Anda kepada Allah.

15. Anda hanya menilai orang lain berdasarkan status sosialnya di dunia.

16. Anda melalui hari ini tanpa sedikit pun memikirkan kematian, bahkan anda benci pada mati dan tidak ingin memikirkannya

17. Anda meluangkan banyak waktu sia-sia melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat.

18. Anda merasa sangat malas dan berat untuk mengerjakan suatu ibadah.

19. Anda tidak kuasa mengubah gaya hidup Anda yang suka berpoya-poya, walaupun Anda tahu bahawa Allah tidak menyukai gaya hidup seperti itu.

20. Anda diberi nasihat tentang bahaya memakan harta riba, akan tetapi Anda beralasan bahawa beginilah satu-satunya cara agar tetap bertahan di tengah kesulitan ekonomi.

21. Anda ingin menikmati hidup ini sepuasnya-puasnya

22. Anda sangat perhatian dengan penampilan luaran Anda.

23. Anda meyakini bahawa kematian dan hari kiamat masih lambat lagi dan lama datangnya.

24. Anda ikut menguburkan orang lain yang meninggal, tapi Anda sedikit pun tidak mendapat pengajaran dari kematiannya.

25. Anda mengerjakan solat dengan tergesa-gesa agar segera melanjutkan pekerjaan.

26. Anda tidak pernah berfikir bahawa hari ini boleh jadi hari terakhir Anda hidup di dunia.

27. Anda merasa mendapatkan ketenangan hidup dari berbagai kemewahan yang Anda miliki, bukan merasa tenang dengan mengingati Allah.

– Semoga Allah melindungi kita dari hal tersebut dan semoga kita termasuk golongan hamba-hamba Nya yang soleh.

Aamiin…

IG : @islam_nasehat
Blog : http://www.islam-nasehat.tk

Mimpi Mimpi Rasulullah

Mimpi-mimpi yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW

Dari Abdul Rahman Bin Samurah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:“Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam sebelum aku di Isra’kan diantaranya :

1. Aku telah melihat salah seorang dari umatku di datangi malaikat maut dalam keadaan yang mengerikan untuk diambil nyawanya, namun malaikat terhalang perbuatannya karena Ketaatan dan kepatuhannya kepada kedua orang tuanya.

2. Aku melihat salah seorang dari umatku yang telah disediakan baginya azab kubur yang amat menyiksakan, namun ia diselamatkan karena wudhunya yang sempurna.

3. Aku melihat salah salah seorang dari umatku yang dikerumuni setan-setan dan iblis-iblis terlaknat,namun ia diselamatkan karena zikirnya yang tulus dan ikhlas kepada Allah SWT.

4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan menggunakan rantai yang terbuat dari api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulutnya dan dikeluarkan dari duburnya oleh malaikat Ahzab, namun karena sholatnya yang khusyu’ dan tidak ditunjuk-tunjukkan maka ia dilepaskan dari siksaan itu.

5. Aku melihat umatku yang ditimpa kehausan yang amat sangat, namun setiap kali dia mendatangi sebuah telaga, ia terhalang untuk meminumnya, maka saat itu datanglah pahala puasanya yang ikhlas karena Allah SWT yang memberinya minum hingga ia merasa puas.

6. Aku melihat umatku yang sedang mencoba mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk bersama, setiap kali ia datang lalu dia diusir, maka menjelmalah mandi junub dengan rukunnya yang sempurna menuntunnya ke kumpulanku sambil duduk di sebelahku.

7. Aku melihat salah seorang dari umatku berada dalam keadaan yang gelap gulita di sekelilingnya, sedangkan dia di dalam kebinggungan, maka datanglah pahala haji dan umrahnya yang ikhlas kepada Allah SWT sehingga mengeluarkannya dari kegelapan menuju tempat yang terang-benderang.

8. Aku melihat umatku yang mencoba berbicara kepada golongan orang mukmin tetapi mereka tidak seorang pun mau membalas bicaranya, maka menjelmalah sifat silaturrahimnya dan tidak suka bermusuh-musuhan sesama umatku lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya, lalu ia pun dapat berbicara dengan mereka.

9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepiskan percikan api yang mengenai Q7 mukanya, namun ia dilindungi karena pahala sedekahnya yang ikhlas karena Allah SWT.

Demikian mimpi yang dialami Nabi Muhammad SAW sebelum beliau melakukan Isra’ Mi’raj, sesungguhnya hal ini dapat menjadi pelajaran dan renungan bagi umat Islam agar kita senantiasa melakukan hal-hal yang baik dan menjauhi larangan Allah SWT. Hal demikian dapat menjadi petunjuk danperingatan bagi orang-orang yang berfikir.

IG : @islam_nasehat
Blog : http://www.islam-nasehat.tk

Design a site like this with WordPress.com
Get started