Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi’ dari Abdullah bin Umar bahwa Umar bin Khaththab berkata, “Barangsiapa mengepang rambutnya, maka hendaklah ia mencukur rambutnya dan jangan menyerupai kuciran.
HR. Malik
Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi’ dari Abdullah bin Umar bahwa Umar bin Khaththab berkata, “Barangsiapa mengepang rambutnya, maka hendaklah ia mencukur rambutnya dan jangan menyerupai kuciran.
HR. Malik
Telah mengabarkan kepada kami Amru bin Ali ia berkata; telah menceritakan kepada kami Yazid -yaitu Ibnu Zurai’- ia berkata; telah menceritakan kepada kami Husain Al Mu’allim dari Abdullah bin Buraidah dari Busyair bin Ka’b dari Syaddad bin Aus dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya istighfar yang paling baik adalah; jika seorang hamba mengucapkan: “ALLAHUMMA ANTA RABBI LAA ILAAHA ILLA ANTA KHALAQTANI WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHA’TU A’UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHANA’TU ABUU`U LAKA BIDZANBI WA ABUU`U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA FAGHFIRLI FA INNAHU LAA YAGHFIRU ADZ DZUNUUBA ILLA ANTA (Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu) ‘. Jika ia mengucapkan di waktu subuh dengan penuh keyakinan lalu meninggal, maka ia akan masuk surga. Dan jika ia membacanya di waktu sore dengan penuh keyakinan lalu meninggal, maka ia akan masuk surga.” Namun Al Walid bin Tsa’labah menyelisihi riwayat hadits ini.
HR. Nasa’i
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa minta surga kepada Allah sebanyak tiga kali, maka surga akan berkata; ‘Ya Allah, masukkanlah ia ke dalam surga’. Dan barangsiapa minta agar dijauhkan dari neraka sebanyak tiga kali, maka neraka akan berkata; ‘Ya Allah, jauhkanlah ia dari neraka’.”
(HR. Nasa’i)
Telah mengkhabarkan kepada kami Ahmad bin Harb, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Qasim, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Ashim bin Kulaib dari ayahnya dari Wail bin Hujr, dia berkata; “Saya datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang saya mempunyai rambut yang mejuntai ke bahu, beliau bersabda: “Lalat.” Saya mengira bahwa yang beliau maksudkan adalah saya, lalu saya pergi dan memotongnya kemudian beliau bersabda kepadaku: “Aku tidak memaksudkan dirimu tapi ini lebih baik.”
HR. Nasa’i
Telah mengkhabarkan kepada kami Ibrahim bin Al Mustamir Al ‘Uruqi, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Ash Shalt bin Muhammad, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Ghassan bin Al Agharr bin Hushain An Nahsyali, dia berkata; telah menceritakan kepadaku pamanku yaitu Ziyad bin Al Hushain dari ayahnya, dia berkata; “Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Mendekatlah kepadaku.” Kemudian dia mendekat kepada beliau kemudian beliau meletakkan tangannya pada rambutnya yang dijalin dan menggerakkan tangannya serta mendoakan keberkahan untuknya.”
HR. Nasa’i
Telah mengabarkan kepada kami Hannad bin As Sarri dari Abu Mu’awiyah dari Al A’masy dari Zaid bin wahb dari Abdurrahman bin Abdu Rabbil Ka’bah, ia berkata; saya sampai kepada Abdullah bin ‘Amr dan ia dalam keadaan duduk di bawah naungan Ka’bah dan orang-orang berkumpul mengerumuninya. Abdurrahman berkata; saya mendengar ia berkata; ketika kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam suatu safar kemudian kami singgah disuatu tempat, diantara kami ada yang mendirikan tenda, dan diantara kami ada yang berlomba memanah, serta diantara kami ada yang sedang mengeluarkan kuda menuju tempat merumput, tiba- tiba penyeru Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyeru; shalat berjama’ah! Maka kami berkumpul lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan berkhutbah kepada kami, beliau bersabda: “Sesungguhnya sesungguhnya tidak ada seorangpun nabi sebelumku melainkan ia akan menunjukkan umatnya kepada apa yang ia ketahui sebagai kebaikan untuk mereka, dan memperingatkan mereka terhadap apa yang ia ketahui sebagai keburukan bagi mereka dan umat kalian ini dijadikan keselamatannya dari apa yang membahakan agama ada dipermulaan mereka dan orang terakhir diantara mereka akan tertimpa bencana dan perkara-perkara yang mereka ingkari. Akan datang berbagai fitnah kemudian sebagian mereka mendorong sebagian yang lain, kemudian datang sebuah fitnah lalu seorang mukmin akan mengatakan; inilah kebinasaanku, kemudian fitnah tersebut hilang kemudian datang lalu ia berkata; ini adalah kebinasaanku, kemudian fitnah tersebut hilang. Barang siapa diantara kalian yang ingin dijauhkan dari Neraka dan masuk Surga maka hendaknya kematian menjemputnya dalam keadaan beriman kepada Allah dan Hari Akhir, dan hendaknya ia memberikan kepada manusia apa yang ia senang untuk diberikan kepadanya. Barang siapa yang membai’at seorang imam kemudian ia memberikan tangannya serta buah hatinya maka hendaknya ia mentaatinya sesuai dengan kemampuannya, kemudian apabila ada orang yang merebutnya maka penggallahnya.” Kemudian saya mendekat kepada beliau dan berkata; apakah engkau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan hal ini? Maka ia berkata; ya. Dan ia menyebutkan hadits tersebut.
HR. Nasa’i
Telah mengabarkan kepada kami Hannad bin As Sari dari Abu Bakr bin ‘Ayyasy dari Abdul Aziz bin Rafi’ dari Tamim bin Tharafah dari Adi bin Hatim berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa bersumpah dengan suatu sumpah kemudian melihat yang lainnya lebih baik darinya, maka hendaknya ia meninggalkan sumpahnya dan melakukan sesuatu yang lebih baik serta membayar kafarah sumpahnya.”
HR. Nasa’i
Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Basysyar dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Muhammad dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Adi bin Tsabit dia berkata; Aku mendengar ‘Abdullah bin Yazid Al Anshari menceritakan dari Abu Mas’ud dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jika seseorang memberikan nafkah kepada keluarganya dan ia mengharapkan pahalanya, hal itu adalah sedekah baginya.”
HR. Nasa’i
Telah menceritakan kepada kami Husain bin Yazid Ath Thahhan Al Kufi telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudlail dari Dlirar bin Murrah dari Muharib bin Ditsar dari Ibnu Buraidah dari ayahnya berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Penghuni surga itu sebanyak seratus duapuluh baris, delapan puluh diantaranya dari ummat ini dan empatpuluhnya dari seluruh ummat.” Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan. Hadits ini diriwayatkan dari ‘Alqamah bin Murtsid dari Sulaiman bin Buraidah dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam secara mursal. Diantara mereka ada yang berkata: Dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya dan hadits Abu Sinan bin Ditsar adalah hadits hasan, namanya Dlirar bin Murrah dan Abu Sinan Asy Syaibani namanya Sa’id bin Sinan, ia orang Bashrah, Abu Sinan Asy Syami namanya ‘Isa bin Sinan adalah orang Qasmali.
HR. Tirmidzi
Telah menceritakan kepada kami Abu Hurairah Muhammad bin Firas Al Bashri telah menceritakan kepada kami Abu Dawud telah menceritakan kepada kami ‘Imran Abu Al ‘Awwam dari Qatadah dari Syahr bin Hausyab dari Abdurrahman bin Ghanm dari Mu’adz bin Jabal nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Penghuni surga masuk surga dalam keadaan tidak berbulu, tidak berjenggot, mengenakan calak mata, berumur tigapuluh atau tigapuluh tiga tahun.” Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib dan sebagian sahabat Qatadah meriwayatkan hadits ini dari Qatadah secara mursal, mereka tidak menyandarkannya.
HR. Tirmidzi