Terjemahan Kitab Syaikh Abdurrahman as-Saโ€™di โ€ข Aulia Izzatunisa

Al-istiqomah:

๐Ÿ’๐Ÿ“–Terjemahan Kitab Fiqh Manhajus Salikin Karya Syaikh Abdurrahman as-Saโ€™di (Bag ke-1)

๐Ÿ“‹โ˜‘MUKADDIMAH

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงูŽู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงูŽู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dan kepada-Nya kami meminta pertolongan.

Segala puji bagi Allah, kami memuji, memohon pertolongan, memohon ampunan, dan bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa kami dan keburukan amalan-amalan kami. Barangsiapa yang Allah beri hidayah, tidak ada yang menyesatkannya. Barangsiapa yang Allah sesatkan, tidak ada yang memberikan hidayah kepadanya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah, satu-satunya, tidak ada sekutu bagiNya. Aku bersaksi bahwa Muhammad shollallahu alaihi wasallam- adalah hamba dan Rasul-Nya.
Amma Badu (kemudian setelah itu)…………..

Ini adalah kitab ringkasan dalam ilmu fiqh. Aku mengumpulkan permasalahan dan dalil-dalilnya. Aku ringkas pada perkara yang paling penting yang manfaatnya paling besar. Karena demikian besarnya kebutuhan atas pembahasan ini. Kebanyakan aku hanya mencukupkan dengan menyebutkan nash (dalil) saja jika hukumnya telah jelas. Agar mudah dihafalkan dan dipahami oleh para (pelajar) pemula. Karena sesungguhnya ilmu itu adalah mengetahui kebenaran dengan dalilnya.

Fiqh adalah mengenal hukum-hukum syar’i yang merupakan furu’ (bukan terkait akidah, pent) berdasarkan dalil-dalilnya dari al-Quran, Sunnah (hadits), ijma (kesepakatan Ulama), dan qiyas yang shahih. Aku mencukupkan pada dalil-dalil yang telah masyhur agar tidak terlalu panjang. Jika terdapat perbedaan pendapat dalam suatu permasalahan, aku cukupkan pada pendapat yang aku pandang rajih (paling kuat) menurutku dengan mengikuti dalil syar’i.

Hukum-hukum terbagi menjadi 5:

1โƒฃWajib: sesuatu yang jika dikerjakan berpahala, dan jika ditinggalkan mendapatkan dosa (siksaan).

2โƒฃHaram: lawan dari wajib. (Jika dikerjakan berdosa, jika ditinggalkan berpahala)

3โƒฃMakruh: jika ditinggalkan berpahala, jika dikerjakan tidak berdosa.

4โƒฃSunnah : lawan dari makruh. (Jika dikerjakan berpahala, jika ditinggalkan tidak berdosa).

5โƒฃMubah: sesuatu yang dikerjakan atau ditinggalkan sama saja (tidak berdosa atau berpahala).

Seorang mukallaf wajib mempelajari segala yang dibutuhkannya dalam ibadah, muamalah, dan selainnya.

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ูŠูุฑูุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูู‡ู ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ูŠูููŽู‚ู‘ูู‡ู’ู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู

Barangsiapa yang Allah menginginkan kebaikan untuknya, Allah akan faqihkan (pahamkan) dia dalam urusan Dien (Muttafaqun alaih)

๐Ÿ“‹โ˜‘Kitab ke-1: Thoharoh (Bersuci)

Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda:

ุจูู†ููŠูŽ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽู…ู’ุณู ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู‚ูŽุงู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุฅููŠุชูŽุงุกู ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฌู‘ู ูˆูŽุตูŽูˆู’ู…ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

Islam dibangun di atas 5 (rukun): persaksian (syahadat) bahwasanya tidak ada sesembahan (yang haq) kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berhaji, dan berpuasa di bulan Ramadhan (Muttafaqun alaih)

Syahadat Laa Ilaaha Illallaah adalah seseorang mengetahui, meyakini, dan menjalankan konsekuensi (persaksian) bahwa tidak ada yang berhak sebagai Ilahi dan sasaran ubudiyyah (ibadah) kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Sehingga wajib bagi seorang hamba untuk mengikhlaskan seluruh Dien (amalannya) hanya untuk Allah Taโ€™ala, menjadikan seluruh ibadah lahir maupun batin hanya untuk Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam seluruh perkara Dien.

Ini adalah landasan agama seluruh para Rasul dan pengikut mereka. Sebagaimana firman Allah Taโ€™ala:

ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู†ููˆุญููŠ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ููŽุงุนู’ุจูุฏููˆู†ู

dan tidaklah Kami mengutus sebelummu seorang Rasul kecuali Kami wahyukan kepadanya bahwasanya tidak ada sesembahan yang haq kecuali Aku, maka sembahlah Aku (satu-satunya)(Q.S al-Anbiyaa ayat 25)

Syahadat bahwa Muhammad adalah utusan Allah: seseorang berkeyakinan bahwa Allah mengutus Muhammad shollallahu alaihi wasallam kepada segenap Manusia dan Jin sebagai pemberi kabAl-istiqomah:
ar gembira dan pemberi peringatan. Beliau mengajak mereka untuk mentauhidkan Allah dan mentaati-Nya. (Syahadat tersebut direalisasikan) dengan membenarkan khabar beliau, menjalankan perintah beliau, menjauhi larangan beliau, dan (berkeyakinan) bahwa tidak ada kebahagiaan dan kebaikan di dunia dan di akhirat kecuali dengan beriman kepada beliau, taat kepada beliau, dan wajib mendahulukan kecintaan kepada beliau dibandingkan kecintaan kepada diri sendiri, anak, dan manusia seluruhnya.

Allah menguatkan beliau dengan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan (benarnya) risalah beliau. Allah juga menganugerahkan ilmu yang sempurna, akhlak yang tinggi, dan agama beliau mengandung petunjuk, kasih sayang, kebenaran, dan kemaslahatan untuk Dien maupun kehidupan duniawi.

Dan ayat (bukti kebenaran risalah beliau) yang paling besar adalah al-Quran ini yang mengandung kebenaran dalam khabar, perintah, dan larangan.

Wallaahu A’lam.

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก

WA al I’tishom

Akhir Zaman โ€ข Aulia Izzatunisa

๐Ÿ˜ขBACALAH SEBELUM TERLAMBAT..!!๐Ÿ˜ข

Nanti di Akhir Zaman Ada Suatu Hari orang bangun jam 6 pagi atau setengah 6 pagi..

Hari tu gelap sperti malam..
seperti apa malam tu gelapnya, seperti itu juga gelapnyaa disetengah 6 pagi itu..

jadi org2 berfikir apa kah ini gerhana atau hari mendung mau hujan. kemudian org2 membiarkan..

sampai jam 7 pagi langit masih saja gelap.. sampai jam 12 siang gelap aja masih.. bingung orang2.. org2 yg kuat imannya kepada Allah sdh bercucuran keringat krna sdh paham akan fenomena ini.. org2 lain masih menganggap ini fenomena alam .. ditunggu2 sampai 24 jam matahari tidak muncul2.. sampai berlangsung 3 hari..

begitu Masuk Hari Ke 4.. Matahari Muncul dr arah barat.. langsung Seketika itu org2 yg bekerja langsung meninggalkan pekerjaannya.. ibu2 yg menyusui anaknnya langsung meninggalkan anaknya.. org yg bedagang meninggalkan tokonya.. segala yg beraktivitas meninggalkan aktivitas nya.. mereka semua berlari menuju rumah masing2 mengambil Qur’an untuk dibaca..

tetapi apa yg terjadi disaat itu ketika semua Qur’an dibuka sehurufpun Qur’an itu tdk ada lg tulisannya..

jd jangan sampai dtg masa ini baru mau membaca Al-Qur’an buat menambah amal.. tetapi mulai sekarang Baca Al-qur’an itu mumpung masih ada hurufnya..

#petikilmu
#Selfreminder

Dunia Fana Itu Singkat โ€ข Aulia Izzatunisa

#Renungan pagi

DUNIA ITU FANA DAN SINGKAT

โ€œSeandainya cahaya keyakinan (nur al-yaqiin) menyinarimu, niscaya engkau dapat melihat akhirat itu lebih dekat daripada engkau berjalan menujunya, dan engkau pun dapat melihat โ€œgerhanaโ€ kefanaan benar-benar melanda keindahan dunia.โ€

–Syekh Ibnu Athaโ€™illah dalam kitab Al-Hikam

Sahabatku, dunia ini memang fana. Jika kita mampu melihat dengan cahaya kalbu, sungguh kita akan menyadari betapa dunia ini sangat singkat dan pendek. Akhirat begitu cepat tiba. Karena itu ingatlah bahwa pesona dunia hanyalah kilauan dan cerminan keindahan surga yang sempurna. Kalbu yang suci dan bersih tak akan ternoda oleh kilauan dan kekacauan dunia ini, sebab ia akan senantiasa untuk siap menyongsong kematian.

Sholat Gerhana 31 Januari 2018 โ€ข Aulia Izzatunisa

IN SYAA ALLAH PADA HARI RABU TANGGAL 13 JUMADIL ULA 1439 H. YANG BERTEPATAN DENGAN TANGGAL 31 JANUARI 2018 M. AKAN TERJADI GERHANA BULAN TOTAL
.
a. Awal Gerhana Bulan : pukul 18:48:27 WIB
b. Mulai Total Gerhana : pukul 19:51:47 WIB
c. Pertengahan Gerhana : pukul 20:29:49 WIB
d. Akhir Total Gerhana : pukul 21:07:51 WIB
e. Akhir Gerhana : pukul 22:11:11 WIB
.
a. Mulai Takbir : pukul 18.50 WIB, Shalat Isya 19.30 WIB
b. Shalat Gerhana : pukul 20.00 WIB
.
KAIFIYAH (TATA CARA) SHALAT GERHANA
.
Shalat Kusuf (di waktu ada Gerhana Matahari) dan Khusuf (di waktu ada Gerhana Bulan)
.
Hal Yang Berkaitan Dengan Terjadinya Gerhana
Pada waktu terjadinya selain Shalat Gerhana dua raka’at, ada perintah:
1- Berkhutbah (seperti khutbah Jum’at, tetapi tidak ada duduk antara dua khutbah, hanya sekali khutbah) setelah shalat dengan memberi nasihat apa yang perlu di waktu itu, menerangkan kekuasaan Allah Azza wa Jalla yang Maha Besar, dan mengingatkan, bahwa gerhana itu terjadinya bukan karena mati atau hidup seseorang, melainkan salah satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. yang ditunjukkan kepada kita.
2- Membanyakan menyebut asma Allah (bertakbir) dengan mengingat kekuasaan-Nya.
3- Berdo’a meminta sekalian apa yang hendak diminta, dan minta ampun dari dosa.
4- Bershadaqah
5- Memerdekakan hamba sahaya, kalau ada.
.
Cara Shalat Gerhana:
Shalat gerhana itu, dua raka’at berjama’ah dengan tidak ada adzan dan iqomah. Shalatnya seperti Shalat Shubuh, tetapi di tiap-tiap raka’at ditambah satu ruku’, yaitu sesudah bangkit dari ruku’ dengan membaca “Sami’allahu liman hamidah” dan “Rabbanaa walakal hamdu” terus berdiri dan dilanjutkan membaca al-Fatihah dan Surat lagi, sesudahnya kemudian ruku’ lagi, lalu bangkit dari ruku’, lalu sujud lalu duduk lalu sujud, demikianlah selanjutnya dalam raka’at kedua. Jadi Shalat Gerhana itu dua raka’at dengan empat ruku’ dan empat sujud.
.
Dalil-dalil Shalat Gerhana
.
ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณูŽ ุฎูŽุณูŽููŽุชู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŽุจูŽุนูŽุซูŽ ู…ูู†ูŽุงุฏููŠู‹ุง ุจูุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุฌูŽุงู…ูุนูŽุฉูŒุŒ ููŽุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽ ุฑูŽูƒูŽุนูŽุงุชู ููู‰ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽ ุณูŽุฌูŽุฏูŽุงุชู
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha (berkata): “Bahwasanya Matahari terjadi gerhana pada masa Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam lalu beliau mengutus penyeru mengajak orang-orang berkumpul untuk shalat, kemudian beliau berdiri shalat empat ruku’ dalam dua raka’at dan empat sujud”. [H.R. al-Bukhari: 1066 & Muslim: 2131]
.
ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ุฎูŽุณูŽููŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ููู‰ ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŽุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ูˆูŽูƒูŽุจู‘ูŽุฑูŽ ูˆูŽุตูŽูู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽุฑูŽุงุกูŽู‡ูุŒ ููŽุงู‚ู’ุชูŽุฑูŽุฃูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู‹ ุทูŽูˆููŠู„ูŽุฉู‹ ุซูู…ู‘ูŽ ูƒูŽุจู‘ูŽุฑูŽ ููŽุฑูŽูƒูŽุนูŽ ุฑููƒููˆุนู‹ุง ุทูŽูˆููŠู„ุงู‹ ุซูู…ู‘ูŽ ุฑูŽููŽุนูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซ ุณูŽู…ูุนูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูู…ูŽู†ู’ ุญูŽู…ูุฏูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ูˆูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ยป . ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู…ูŽ ููŽุงู‚ู’ุชูŽุฑูŽุฃูŽ ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู‹ ุทูŽูˆููŠู„ูŽุฉู‹ ู‡ูู‰ูŽ ุฃูŽุฏู’ู†ูŽู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู ุงู„ุฃููˆู„ูŽู‰ ุซูู…ู‘ูŽ ูƒูŽุจู‘ูŽุฑูŽ ููŽุฑูŽูƒูŽุนูŽ ุฑููƒููˆุนู‹ุง ุทูŽูˆููŠู„ุงู‹ ู‡ููˆูŽ ุฃูŽุฏู’ู†ูŽู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ููƒููˆุนู ุงู„ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซ ุณูŽู…ูุนูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูู…ูŽู†ู’ ุญูŽู…ูุฏูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ูˆูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ยป. ุซูู…ู‘ูŽ ุณูŽุฌูŽุฏูŽ ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ููŽุนูŽู„ูŽ ููู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽูƒู’ุนูŽุฉู ุงู„ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุงุณู’ุชูŽูƒู’ู…ูŽู„ูŽ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽ ุฑูŽูƒูŽุนูŽุงุชู ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽ ุณูŽุฌูŽุฏูŽุงุชู ุŒ ูˆูŽุงู†ู’ุฌูŽู„ูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุตูŽุฑูููŽ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู…ูŽ ููŽุฎูŽุทูŽุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ููŽุฃูŽุซู’ู†ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุจูู…ูŽุง ู‡ููˆูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽู…ูŽุฑูŽ ุขูŠูŽุชูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ุขูŠูŽุงุชู ุงู„ู„ู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽุฎู’ุณูููŽุงู†ู ู„ูู…ูŽูˆู’ุชู ุฃูŽุญูŽุฏู ูˆูŽู„ุงูŽ ู„ูุญูŽูŠูŽุงุชูู‡ู ููŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ููˆู‡ูŽุง ููŽุงูู’ุฒูŽุนููˆุง ู„ูู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ยป
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Pernah terjadi gerhana Matahari pada masa Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, lalu Raslullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam keluar ke masjid kemudian berdiri dan bertakbir dan orang-orang pun berbaris di belakangnya, lalu beliau membaca dengan bacaan yang panjang kemudian takbir sambil ruku’ dengan ruku’ yang panjang, kemudian mengangkat kepalanya sambil mengucapkan ‘Sami’allahu liman hamidah, rabbanรข lakal hamdu’ lalu beliau berdiri lalu membaca dengan bacaan yang panjang tetapi kurang dari bacaan yang pertama, kemudian takbir sambil ruku’ dengan ruku’ yang panjang tetapi kurang dari ruku’ yang pertama, (kemudian mengangkat kepalanya) sambil mengucapkan ‘Sami’allahu liman hamidah, rabbanรข lakal hamdu’ lalu beliau sujud (dua kali sujud) kemudian beliau melakukan pada raka’at yang selanjeutnya seperti itu hingga sempurna dikerjakan empat raka’at dan empat sujud dan gerhana Matahari pun berakhir sebelum beriau berpaling, kemudian beliau berdiri dan berkhutbah memuji dan menyanjung Allah sengan sepantasnya, dan beliau bersabda: “Sesungguhnya Matahari dan Bulan dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah, keduanya tidak gerhana dikarenakan kematian dan hidupnya seseorang, maka apabila kalian melihatnya hendaklah bersegera melaksanakan shalat (gerhana)”. [H.R. al-Bukhari: 5197 & Muslim: 2129]
.
ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ูŽ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฌูŽู‡ูŽุฑูŽ ููู‰ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูุณููˆูู ุจูู‚ูุฑูŽุงุกูŽุชูู‡ู ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽ ุฑูŽูƒูŽุนูŽุงุชู ููู‰ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽ ุณูŽุฌูŽุฏูŽุงุชู
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha (ia berkata): “Bahwasanya Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengeraskan bacaannya pada shalat gerhana, beliau shalat empat ruku’ dalam dua raka’at dan empat sujud” [H.R. al-Bukhari: 1065 & Muslim: 2131]
.
Anjuran Bershadaqah, Istighfar, Dan Dzikir Pada Kejadian Gerhana, Dan Keluar Waktu Selesai Shalat Dengan Keadaan Terang
.
ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุกูŽ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุจูุงู„ู’ุนูŽุชูŽุงู‚ูŽุฉู ููู‰ ูƒูุณููˆูู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู
Dari Asma’ Radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Sungguh Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memerintahkan memerdekakan hamba sahaya pada hari terjadi gerhana Matahari”. [H.R. al-Bukhari: 1054]
.
ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ูŽ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽู…ูŽุฑูŽ ุขูŠูŽุชูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ุขูŠูŽุงุชู ุงู„ู„ู‡ู ุŒ ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ุฎูŽุณูููŽุงู†ู ู„ูู…ูŽูˆู’ุชู ุฃูŽุญูŽุฏู ูˆูŽู„ุงูŽ ู„ูุญูŽูŠูŽุงุชูู‡ู ุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽุงุฏู’ุนููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽูƒูŽุจู‘ูุฑููˆุง ุŒ ูˆูŽุตูŽู„ู‘ููˆุง ูˆูŽุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ููˆุง ยป
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha: Bahwasanya Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Matahari dan Bulan itu dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah, keduanya tidak terjadi gerhana dikarenakan kematian dan hidupnya seseorang, maka apabila kalian melihatnya hendaklah berdo’a kepada Allah SWT., bertakbir, shalat, dan bershadaqah”. [Muttafaq Alaih]
.
ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ู…ููˆุณูŽู‰ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฎูŽุณูŽููŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŽุฒูุนู‹ุง ุŒ ูŠูŽุฎู’ุดูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูŽุฉู ุŒ ููŽุฃูŽุชูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ุŒ ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุจูุฃูŽุทู’ูˆูŽู„ู ู‚ููŠูŽุงู…ู ูˆูŽุฑููƒููˆุนู ูˆูŽุณูุฌููˆุฏู ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู‡ู ู‚ูŽุทู‘ู ูŠูŽูู’ุนูŽู„ูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุขูŠูŽุงุชู ุงู„ู‘ูŽุชูู‰ ูŠูุฑู’ุณูู„ู ุงู„ู„ู‡ู ู„ุงูŽ ุชูŽูƒููˆู†ู ู„ูู…ูŽูˆู’ุชู ุฃูŽุญูŽุฏู ูˆูŽู„ุงูŽ ู„ูุญูŽูŠูŽุงุชูู‡ู ุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ูŠูุฎูŽูˆู‘ููู ุงู„ู„ู‡ู ุจูู‡ู ุนูุจูŽุงุฏูŽู‡ู ุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู’ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽุงูู’ุฒูŽุนููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฐููƒู’ุฑูู‡ู ูˆูŽุฏูุนูŽุงุฆูู‡ู ูˆูŽุงุณู’ุชูุบู’ููŽุงุฑูู‡ู ยป
Dari Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Telah terjadi gerhana Matahari, (di zaman Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam) maka Nabi saw. berdiri dengan terkejut, beliau khawatir terjadi kiamat, lalu beliau menuju masjid, kemudian beliau shalat dengan berdiri, ruku’, dan sujud yang sangat lama, saya melihat beliau melakukannya, kemudian beliau bersabda: “Ini adalah tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang Allah tunjukkan bukan dikarenakan kematian seseorang dan hidupnya, tetapi Allah pemperingatkan hamba-hamba-Nya dengannya, maka apabila kalian melihat sesuatu dari itu maka bersegeralah bangun untuk mengingat-Nya, berdo’a kepada-Nya, dan memohon ampun (dari dosa dan kesalahan) kepada-Nya”. [H.R. al-Bukhari: 1059 & Muslim: 2156]
Wallahu A’lam

Sholat Gerhana 31 Januari 2018 โ€ข Aulia Izzatunisa

Sholat Gerhana 31 Januari 2018 โ€ข Aulia Izzatunisa

Bismillah โ€ขโ€ขโ€ข
Yuk kita siapin ilmu untuk menghadapinya. Ilmu apa?

Ilmu aqidah, tidak menyangkutkannya dengan keyakinan khurofat/mitos/mistik yang tidak memiliki dalil. Semakin menguatkan iman kepada Maha Besarnya Allah.

Ilmu fiqih, mengetahui tata cara shalat khusuf.

Ilmu alam, mempelajari sunnatullah alam yang Allah taqdirkan sehingga terjadi fenomena ini.

Gerhana Bulan akan terjadi pukul 19.51 sampai 21.07 WIB, dengan puncak gerhana pukul 20.29.

Kita akan melihat puncak gerhana memerah karena cahaya matahari yang sedianya menutup wajah bulan terbiaskan/terbaur oleh atmosfer bumi.

“Jika kalian melihat peristiwa Gerhana, perbanyak berdo’a kepada ALLAH, perbanyak Takbir, kerjakan Sholat, dan perbanyak Sedekah”.
(HR. Bukhari & Muslim)

Gagal Modus โ€ข Aulia Izzatunisa

GAGAL MODUS
_________________________________________
โ€œJanganlah engkau melihat kecilnya suatu dosa, namun hendaklah engkau melihat siapa yang engkau durhakai.โ€
(Bilal bin Saโ€™ad Radiallahu’anhu)
_________________________________________
Berbagai manuver iblis dalam menggelincirkan anak cucu adam terus bergulir sampai batas hari kiamat besar.
.
maka iblis mengutus pasukannya bangsa jin dan setan mencari target sebanyak-banyaknya anak cucu adam yang tidak memiliki pondasi akidah yang kuat, akan dikader menemani mereka dalam kehinaan yang kekal, naudzubillah
.
waspadalah! jangan sampai mereka berhasil menjadikan kita bagian dari target mereka. Selalu mohon perlindungan pada Allah dan istiqomah dalam jalan kebenaran islam.

*In Syaa Allah

Jumlah Malaikat Dimalam Lailatul Qadar Beserta Tugasnya โ€ข Aulia Izzatunisa

๐ŸŒ–๐ŸŒ—โญ๐ŸŒŸโ›…๐ŸŒฅ๐ŸŒŸโญ๐ŸŒ“๐ŸŒ”

*๐Ÿ“‹ JUMLAH MALAIKAT YANG TURUN DI MALAM LAILATUL QODR DAN TUGAS MEREKA*

โžก Allah taโ€™ala berfirman,

ุชูŽู†ูŽุฒู‘ูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ููˆุญู ูููŠู‡ูŽุง ุจูุฅูุฐู’ู†ู ุฑูŽุจู‘ูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุฃูŽู…ู’ุฑูุŒ ุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ู‡ููŠูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู…ูŽุทู’ู„ูŽุนู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู

๐ŸŒด โ€œTurun para malaikat dan Jibril pada malam itu dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan keselamatan sampai terbit fajar.โ€

[Al-Qodr: 4-5]

*๐Ÿ“ BERAPA BANYAK MALAIKAT YANG TURUN?*

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉูŽ ุชูู„ู’ูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ู…ูู†ู’ ุนูŽุฏูŽุฏู ุงู„ู’ุญูŽุตูŽู‰

โ€œSesungguhnya malaikat di malam tersebut di muka bumi lebih banyak dari jumlah batu-batu kerikil.โ€

[HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu, Ash-Shahihah: 2205]

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

ูŠูŽูƒู’ุซูุฑู ุชูŽู†ุฒู„ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ู„ููƒูŽุซู’ุฑูŽุฉู ุจูŽุฑูŽูƒูŽุชูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูŠูŽุชูŽู†ูŽุฒู‘ูŽู„ููˆู†ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุชูŽู†ูŽุฒู‘ูู„ู ุงู„ู’ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉู

โ€œBanyaknya malaikat yang turun di malam tersebut karena keberkahannya yang melimpah, dan malaikat turun bersama dengan turunnya berkah dan rahmat.โ€

[Tafsir Ibnu Katsir, 8/444]

Sebagian ulama menjelaskan bahwa saking banyaknya jumlah malaikat yang turun di malam lailatul qodr sehingga matahari terbit di pagi hari cahayanya tidak menyilaukan, karena banyaknya malaikat yang kembali ke langit.

Dan inilah tanda lailatul qodr yang paling jelas, namun sayang kita menyadarinya saat malam telah berlalu. Maka berbahagialah dan bersyukurlah kepada Allah bagi siapa yang telah diberikan anugerah hidayah untuk memperbanyak ibadah di malam lailatul qodr yang pahalanya lebih baik dari seribu bulan.

Dan sayang sekali bagi yang lebih banyak tidur atau melakukan kesia-siaan bahkan kemaksiatan di malam yang penuh berkah tersebut, tatkala ia bangun di pagi hari ia baru menyadari lailatul qodr, dan malam sudah berlalu.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

ููŽู‚ููŠู„ูŽ ู„ูŽู‡ู: ุจูุฃูŽูŠู‘ู ุดูŽูŠู’ุกู ุนูŽู„ูู…ู’ุช ุฐูŽู„ููƒูŽ ุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูุงู„ู’ุขูŠูŽุฉู ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู. {ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู†ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณูŽ ุชูŽุทู’ู„ูุนู ุตูุจู’ุญูŽุฉูŽ ุตูŽุจููŠุญูŽุชูู‡ูŽุง ูƒูŽุงู„ุทู‘ูŽุดู’ุชู ู„ูŽุง ุดูุนูŽุงุนูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง}. ููŽู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู„ูŽุงู…ูŽุฉู ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุฑูŽูˆูŽุงู‡ูŽุง ุฃุจูŠ ุจู’ู†ู ูƒูŽุนู’ุจู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฑู ุงู„ู’ุนูŽู„ูŽุงู…ูŽุงุชู ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑููˆููŠูŽ ูููŠ ุนูŽู„ูŽุงู…ูŽุงุชูู‡ูŽุงโ€{ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŒ ุจู„ุฌุฉ ู…ูู†ููŠุฑูŽุฉูŒ} ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุณูŽุงูƒูู†ูŽุฉูŒ ู„ูŽุง ู‚ูŽูˆููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุญูŽุฑู‘ู ูˆูŽู„ูŽุง ู‚ูŽูˆููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุจูŽุฑู’ุฏู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูŠูŽูƒู’ุดูููู‡ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูุจูŽุนู’ุถู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽู†ูŽุงู…ู ุฃูŽูˆู’ ุงู„ู’ูŠูŽู‚ูŽุธูŽุฉู. ููŽูŠูŽุฑูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ูˆูŽุงุฑูŽู‡ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽุฑูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู„ูŽู‡ู ู‡ูŽุฐูู‡ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูŠููู’ุชูŽุญู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ู…ูุดูŽุงู‡ูŽุฏูŽุฉู ู…ูŽุง ูŠูŽุชูŽุจูŽูŠู‘ูŽู†ู ุจูู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู. ูˆูŽุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู.

“Dikatakan kepada Ubay bin Kaโ€™ab radhiyallahuโ€™anhu: Dengan apa engkau mengetahui malam lailatul qadr? Beliau berkata:

โœ… Dengan tanda yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam,

ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู†ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณูŽ ุชูŽุทู’ู„ูุนู ุตูุจู’ุญูŽุฉูŽ ุตูŽุจููŠุญูŽุชูู‡ูŽุง ูƒูŽุงู„ุทู‘ูŽุดู’ุชู ู„ูŽุง ุดูุนูŽุงุนูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง

โ€œBeliau mengabarkan kepada kami, bahwa matahari terbit di pagi harinya seperti baskom, tidak memiliki cahaya yang menyilaukan.โ€

Inilah tanda yang diriwayatkan oleh Ubay bin Kaโ€™ab dari Nabi shallallahuโ€™alaihi wa sallam yang termasuk tanda yang paling masyhur dalam hadits.

โœ… Dan juga diriwayatkan tentang tanda-tandanya,

ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŒ ุจู„ุฌุฉ ู…ูู†ููŠุฑูŽุฉูŒ

โ€œBahwasannya lailatul qodr adalah malam yang jernih (bulannya) lagi bercahaya.โ€

โœ… *Malam itu dalam keadaan tenang,*

โœ… *Tidak terlalu panas,*

โœ… *Tidak pula terlalu dingin.*

Dan bisa jadi Allah taโ€™ala menampakkan malam itu bagi sebagian orang ketika tidur maupun terjaga, maka mereka dapat melihat cahaya-cahayanya, atau melihat orang yang mengatakan kepadanya inilah lailatul qadr, dan bisa jadi pula dibuka hati seseorang untuk dapat menyaksikan lailatul qadr. Wallahu taโ€™ala Aโ€™lam.โ€

[Majmuโ€™ Fatawa, 25/284-286]

โœ… Saudaraku rahimakallaah, andai lailatul qodr telah berlalu sekali pun, masih ada sedikit hari-hari Ramadhan yang tersisa, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya untuk memperbanyak amal shalih, sungguh rahmat Allah sangat luas, tidak terbatas di malam lailatul qodr saja, akhiri Ramadhan dengan yang lebih baik, semoga bisa menjadi penutup atas kekurangan-kekurangan sebelumnya.

โžก Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

ูˆูŽุงู„ูุงุนู’ุชูุจูŽุงุฑู ุจููƒูŽู…ูŽุงู„ู ุงู„ู†ู‘ูู‡ูŽุงูŠูŽุฉู ู„ูŽุง ุจูู†ูŽู‚ู’ุตู ุงู„ู’ุจูุฏูŽุงูŠูŽุฉู

“Yang menjadi ukuran adalah sempurnanya penutupan, bukan kurangnya permulaan.”
[Majmu’ Al-Fatawa, 15/55]

*๐Ÿ“ APA TUGAS PARA MALAIKAT YANG TURUN DI MUKA BUMI PADA MALAM LAILATUL QODR?*

1. Menetapkan Takdir Tahunan

Al-Imam Qotadah rahimahullah berkata,

ูŠู‚ุถู‰ ููŠู‡ุง ู…ุง ูŠูƒูˆู† ููŠ ุงู„ุณู†ุฉ ุฅู„ู‰ ู…ุซู„ู‡ุง

โ€œDitetapkan pada malam itu apa yang akan terjadi selama satu tahun sampai tahun berikutnya.โ€

[Tafsir Ath-Thobari, 24/534]

Catatan takdir yang ada di tangan malaikat inilah yang dapat berubah dengan doa dan amal-amal shalih. Adapun catatan takdir yang ada di sisi Allah, yaitu di al-lauhul mahfuzh, yang telah ditulis 50.000 tahun sebelum langit dam bumi diciptakan, tidak akan berubah.

2. Malaikat Mendoakan Orang yang Beribadah

Al-Imam Asy-Syaโ€™bi rahimahullah berkata,

ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุทู’ู„ูุนูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู

โ€œMalaikat mendoakan keselamatan ketika lailatul qodr untuk orang-orang yang beribadah sampai terbit fajar.โ€

[Tafsir Ibnu Katsir, 8/444]

Oleh karena itu di sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam lebih meningkatkan ibadah, dan membangunkan keluarga beliau untuk beribadah.

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahuโ€™anha berkata,

ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ุดูŽุฏู‘ูŽ ู…ูุฆู’ุฒูŽุฑูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุญู’ูŠูŽุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽูŠู’ู‚ูŽุธูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽู‡ู

โ€œNabi shallallahuโ€™alaihi wa sallam apabila masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan maka beliau mengencangkan sarungnya (tidak berhubungan suami istri dan mengurangi makan dan minum), menghidupkan malamnya (dengan memperbanyak ibadah) dan membangun keluarganya (untuk ibadah).โ€

[HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Dan Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุตูŽุงู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู…ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู

โ€œBarangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa sholat malam ketika lailatul qodr karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.โ€

[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu]

Jika Ada Lelaki Yang Datang Melamarmu โ€ข Aulia Izzatunisa

JIKA_DATANG_PRIA_MELAMARMU ๐Ÿ‘‰ untuk mu Ukhty salihah..๐Ÿ˜Š

#Baca ini..๐Ÿ‘‡ JIKA_DATANG_PRIA_MELAMARMU โ€ฆ

๐Ÿƒ ๐Ÿ‘‰Jangan katakan…. Hartanya dan ketampanannya โ€ฆJangan pula katakan…… Profesinya,rumahnya, dan gelarnya โ€ฆ

#Namun ….. ๐Ÿ‘‰katakanlah.. :
Agamanya dan akhlaqnya……! ~*~*~*~*~*~*~*~*~

๐Ÿ’•Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: โ€œ(wahai para Ayah) Jika datang kepada kalian (untuk melamar), seseorang yang kalian ridhai agamanya dan akhlaqnya, maka maka nikahkanlah dia, jika tidak, maka akan terjadi cobaan di muka bumi dan kerusakan yang besar.โ€
(Hadits dihasankan oleh Syaikh Al-Albaany) ~*~*~*~*~*~*~*~*~

๐Ÿ“ŒSeorang muslim melamar seorang muslimah yang istiqamah (komitmen dengan ajaran islam) #Sedangkan sang pria TIDAK komitmen โ€ฆ Sang wanita MAU menikah dengannya โ€ฆ

๐Ÿ‘‡ Sang wanita tadi berkata….: โ€œMudah-mudahan Allah akan memberinya hidayah dengan sebab aku!โ€ #Ini adalah perbuatan โ€œmenunggu sesuatu yang tak pastiโ€ Yang kita lihat di hadapan kita adalah …..: โ€œdia bukan orang yang komitmenโ€

๐Ÿ‘‰Jika sang wanita berkata: โ€œMudah- mudahan Allah akan memberinya hidayah dengan sebab aku!โ€ Maka kita katakan pada sang wanita….: Namun bisa jadi engkau yang akan โ€˜tersesatโ€™ dengan sebab dia, dan itu semua mungkin terjadi…..! Dan โ€œtersesatnyaโ€ engkau dengan sebab dia itu LEBIH MUNGKIN terjadi daripada dia akan diberi hidayah dengan sebab engkau …..

โžกKarena biasanya, pengaruh pria terhadap wanita itu lebih besar dari pada pengaruh wanita terhadap pria…! Betapa banyak suami yang menyeret istrinya agar mengikuti keinginan sang suami โ€ฆ

Sampai sang suami dapat membuat istrinya melakukan apa yang diinginkan sang suami, …. padahal sang istri tak ingin melakukannya โ€ฆ

Ini adalah hal yang biasa dan banyak terjadi โ€ฆ

Yang terpenting bagikuย  adalah….: Kita mengetahui bahwa seseorang itu diberi tanggung jawab sesuai dengan apa yang terlihat, bukan dengan apa yang dinanti (bukan dengan apa yang belum terjadi โ€“pen).
(Syaikh Muhammad bin Shalih Al- Utsaimin, โ€œFath Dzi Al-Jalaal wa Al- Ikraam Syarh Buluugh Al-Maraamโ€, 4/519)

Wallahu ‘alam…..

๐Ÿ Pilihlah yang baik agamanya… INSYAALLAH kau akan bahagia….

Design a site like this with WordPress.com
Get started