Tips Dakwah Dilingkungan Non Muslim Dan Sekuler

Assalamu’alaikum #lovalila, Alila coba jawab pertanyaan ini ya…
Bismillaahirrahmanirrahiim…
.
Bagaimana cara berdakwah dikalangan non muslim atau orang yang jauh dari Islam (sekuler)?
.
Berdakwah itu, memahamkan orang bagaimana bisa menerima Islam dan menerapkannya dalam kehidupan. Nah untuk merubah itu kita harus merubah pemikirannya tentang Islam. Dan pemikiran itu bisa dirubah jika mereka terus menerus menerima referensi yang positif tentang islam.
.
Nah kita sebagai pendakwah bertugas untuk selalu memberi referensi yang positif tentang Islam kepada mereka target dakwah kita. Dengan selalu bersikap menyenangkan sesuai ajaran Islam, berbicara hikmah sesuai yang Islam anjurkan, dan memberi informasi tentang kebenaran Islam. Sehingga Islam mudah untuk mereka terima. Dan tak ada celah untuk mereka menghinanya.
.
Namun jika hal tersebut masih sulit untuk mengetuk hatinya. Maka insyaAllah tugas kita untuk berdakwah telah gugur. Dan sungguh hanya Allah hanya berhak menyadarkannya, tak ada kekuatan dari kita tanya pertolongan dari Nya.
.
#DakwahTandaCinta

Jika Akhlak Wanita Rusak

Rusaknya akhlak seorang wanita, berdampak rusak pada generasi keturunannya.
.
Tau kah wahai wanita, ternyata akhlak kita sangat berpengaruh pada kualitas akhlak keturunan kita. kenapa? karena ternyata akhlak seorang anak itu sangat tergantung dari kualitas pendidikan yang diberi ibunya. Dan kualitas pendidikan ibunya dipengaruhi oleh akhlak yang dimilikinya.
.
Maka kita sebagai wanita harus lah pandai-pandai dalam menata akhlak dan kecerdasan. Karena ternyata tumbuh kembang generasi kita, lebih besar karena pengaruh kita sebagai ibunya.
.
Jika ingin memiliki keturunan yang mulia dan membanggakan, maka bentuk lah itu mulai dari diri sendiri. Jika merasa diri masih sangat jauh dari akhlak Islam, maka segera perbaiki karena bila tidak keturunan kita yang akan mewarisi.
.
#TiadaUmmatTanpaUmm

Pendidikan Tinggi Untuk Wanita

Pendidikan tinggi seorang wanita bukan semata untuk karirnya. Tapi kualitas keturunannya.

Dear #Lovalila …
Banyak sekali cibiran tentang wanita sarjana yang memutuskan untuk menjadi “full time mom” atau Ibu Rumah Tangga setelah menikah.
.
“Udah sekolah mahal-mahal, ujung2nya di dapur juga!”
“Lulusan s1, s2, tapi jadi pengangguran!”
.
Perlu disadari, Sebagai ibu/calon ibu, ternyata kecerdasan kita (wanita) berpengaruh besar pula pada kecerdasan anak kelak. Menurut penelitian, kecerdasan anak itu depengaruhi dari kualitas orangtuanya, terutama ibunya.
.
Menurut Ridley, bahwa kira-kira separuh IQ kita dapatkan melalui pewarisan, dan kurang dari 20% berasal dari asuhan keluarga. Sisanya berasal dari kandungan, sekolah, dan teman sepergaulan.
.
Dalam Islam, Ibu adalah ustadzah pertama, sebelum si kecil berguru kepada ustadz besar sekalipun
Maka kecerdasan, keuletan, dan perangai sang ibu adalah faktor dominan bagi masa depan anak.
Maka dari itu, perlunya wanita cerdas untuk mendidik anak-anak penerus bangsa.
.
Buat kamu yang masih single.. Wake up, dear! Be a smart girl.. Perkaya ilmu pengetahuan kita, karena anak kita berhak mewariskan gen kecerdasan yang baik dr ibunya.
.
Mirisnya, sekarang pemikiran seperti ini perlahan ditenggelamkan. Seolah tingkat pendidikan menjadi standar kualitas seseorang. Kecerdasan wanita harus dikontribusikan pada suatu perusahaan, sehingga memperoleh materi yang banyak. Memiliki kehidupan mewah, adalah suatu pencapaian yg membanggakan. Selain dengan cara itu, maka pendidikan yang dianyamnya dikatakan tak berguna.
.
Padahal, kontribusi terbesar wanita adalah di dalam rumahnya. Mendidik generasi berkualitas dengan ilmu yang dia punya, kelak anak2nya lah yang nantinya akan meneruskan peradaban. Boleh saja menyalurkan minat atau bakat di luar rumah, asalkan hak-kewajiban di dalam rumah terselesaikan dengan baik.
.
Semoga kita semua tergolong sebagai orang tua yang dapat mencetak generasi terbaik 😇
Aamiin

Ibu Adalah Pendidik Pertama Anak-Anak

Ibu adalah pendidik pertama anak-anaknya. Allah bekali kita kelembutan dalam berbahasa, kesabaran yang lebih dari pada lelaki biasanya, kosakata yang banyak dll. Ini adalah bekal bahwa kita ditugasi Allah untuk menjadi pengajar bagi anak-anak kelak.
.
Lalu apakah tugas mendidik ini hanya dibebankan pada ibunya saja sehingga ayahnya pun lepas tangan? tentu tidak, justru Ayah punya tanggu jawab yang lebih besar yaitu memastikan seluruh anggotanya terdidik dengan baik, memiliki akhlak Islam yang tinggi, atau memastikan tak ada yang berbuat maksiat dalam keluarganya.
.
Tapi yang jelas, untuk memiliki generasi yang berkualitas, usaha kita tidak bisa hanya standar saja. Kita harus berjuang perbanyak bekal ilmu. Sehingga saat hari itu datang, kita sudah terhiasi denang ilmu-ilmu yang melekat. Dan ideologis keislaman yang tinggi, sehingga generasi yang terlahir adalah generasi-generasi terbaik yang Allah jadikan sebagai senjatanya tuk memerangi kedzoliman.
.
#DakwahTandaCinta

Dosa Riba Seperti Berzina Dengan Orangtua 36 Kali

Dosa Riba Seperti Berzina Dengan Orangtua 36 Kali
.
.
Disekolahin tinggi-tinggi kok ujung-ujungnya BER’ZINA
.
Sungguh dalam beberapa hadits disebutkan DOSA BESAR dari memakan riba. Orang yang mengetahui hadits-hadits berikut ini, tentu akan merasa jijik jika harus terjun dalam lembah riba.
.
[1] Memakan Riba Lebih Buruk Dosanya dari Perbuatan Zina
.
Rasulullah ﷺ bersabda,
.
دِرْهَمُ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةِ وَثَلاَثِيْنَ زَنْيَةً
.
“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih)
.
[2] Dosa Memakan Riba Seperti Dosa Seseorang yang Menzinai Ibu Kandungnya Sendiri
.
Rasulullah ﷺ bersabda,
.
الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِ
.
“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya)
.
Semoga saudara² muslim kita yang masih berkecimpung di dunia RIBA segera mendapat hidayah dari Allah ﷻ.
Allahu yahdik…
.

Pembenaran Pegawai Riba Bank Yang Perlu Diluruskan

Pembenaran Pegawai Riba Bank Yang Perlu Diluruskan

:: Gaji Pegawai Bank Halal atau Haram ? ::
Fatwa Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah: “… Tidak diperbolehkan bekerja di bank seperti itu (yang melakukan transaksi riba, pen.). Sebab bekerja di sana termasuk ta’awun (tolong-menolong) di atas dosa dan permusuhan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
.
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”(Al-Ma’idah: 2)
.
Disebutkan dalam Ash-Shahih dari Jabir bin Abdillah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan orang lain dengan harta riba, penulis, dan kedua saksinya. Beliau menyatakan:
“(Dosa) mereka sama.”
.
Fatwa serupa juga disampaikan oleh Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah sebagaimana dalam Fatawa Asy-Syaikh Muhammad Shalih Al-‘Utsaimin (2/703). Lihat Fiqh wa Fatawa Buyu’ (hal. 128).
.
Juga Al-Lajnah Ad-Da’imah (13/344-345) yang diketuai oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh, wakil: Asy-Syaikh Abdurrazzaq ‘Afifi, anggota: Asy-Syaikh Abdullah Ghudayyan dan Asy-Syaikh Abdullah bin Mani’.
.
Juga penjelasan Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah dalam kitabnya Qam’ul Mu’anid (2/278).
.
Fatwa mereka berlaku umum bagi siapa saja yang bekerja di bank-bank ribawi, walaupun hanya sebagai sopir atau sekuriti (petugas keamanan). Juga berlaku pada semua lembaga ribawi selain bank. Ini adalah fatwa Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah, lihat Fiqh wa Fatawa Buyu’ (hal. 133).
.
Bahkan hukumnya pun berlaku bagi pihak yang tidak punya pilihan pekerjaan kecuali di bank ribawi, atau pihak yang kondisi ekonominya pailit dan hanya ada lowongan pekerjaan di bank ribawi, sebagaimana fatwa Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah. Lihat Fiqh wa Fatawa Buyu’ (hal. 132-133).
.
Jadi bisa dipastikan bahwa gaji yang diterima pegawai bank sejatinya adalah uang riba. Dan riba dalam Islam hukumnya adalah Haram. Wallahu a’lam.
.

Kapan Resign Dari Bank?

.
.
(Maaf, cuman mau tanya..)
.
KAPAN RESIGN??😊
.
Di antara syubhat yg dihembuskan agar orang yg hendak hijrah resign dari bank ribawi:

1. Kerja di bank darurat

Sanggahan:
Subhanallah, masih banyak pekerjaan halal di luar sana, rizki masih bisa dicari dengan cara yg halal, bukan dengan cara yg haram

2. Kalo pada resign, nanti orang kafir yg akan menguasai bank

Sanggahan:
Lha emang bank ribawi itu buatan orang kafir, mereka mau agar kaum muslimin ikut2 an punya andil dalam riba

Biarkan saja mereka yg menguasai, biarkan mereka yg diajak perang sama ALLAH dan RasulNya, situ mau diajak perang?

Semoga saudara kita yg hendak resign, diberikan keteguhan dan kesabaran yg kuat, serta istiqamah untuk menjauhi perkara riba dan pekerjaan haram lainnya..

Sama Sama Rela Dengan Riba

.
.
“Ah, kalo sama-sama ikhlas, ridho, kan gak papa.. bukan RIBA itu..”
.
“Kerja di Lembaga RIBA boleh laah, kan yang penting niatnya baik, buat kasih nafkah keluarga..”
.
RIBA itu bukan karena ada kerelaan ya.. Dan juga bukan karena ‘Niatnya baik’..
.
Tapi RIBA itu karena ada syariat yang dilanggar.
.
Imam Ibnu Katsir  rahimahullah  berkata: “Sesung­guhnya amal yang diterima harus memenuhi dua syarat. Pertama, ikhlas karena Allah. Kedua, benar dan sesuai syari’at. Jika dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar, maka tidak akan diterima.”
[Tafsiir Ibnu Katsir (I/389), tahqiq Sami Salamah, cet. Daar Thayyibah].
.
Pernyataan itu dikuatkan dan dijelaskan oleh Ibnu ‘Ajlan rahimahullah, ia berkata: “Amal tidak dikatakan baik kecuali dengan tiga kriteria:
1. Takwa kepada Allah
2. Niat baik, dan
3. Benar.”
[Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam (I/71)].
.
Dapat disimpulkan bahwa sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam: “Sesungguhnya segala amal tergantung pada niat,” memiliki maksud bahwa segala amal akan berhasil tergantung pada niatnya. Ini adalah perintah untuk ikhlas dan mendatangkan niat dalam segala amal yang akan dilakukan oleh seseorang dengan sengaja. Itulah yang menjadi sebab adanya amal dan pelaksanaannya.
.
[Lihat Fat-hul Baari (I/13) dan ‘Umdatul Qari (I/25)].
.
Atas dasar ini, maka seseorang sama sekali tidak dibenarkan menggunakan hadits tersebut sebagai dalil pembenaran amal yang bathil karena semata-mata niat baik dari orang yang mengerjakannya.
.
.

Bank Tidak Haram – Yang Haram Transaksinya

.
.
“Kerja di Lembaga Riba gpp, kan diniatkan ibadah..”
.
“Ngasih nafkah kluarga itu wajib lho, jadi gak papa lah, kerja disini..”
.
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ
.
“Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah no. 2144, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani).
.
Dalam hadits tersebut terdapat dua maslahat yang diperintahkan untuk dicari yaitu maslahat dunia dan maslahat akhirat. Maslahat dunia dengan pekerjaan yang halal, maslahat akhirat dengan takwa.
.
Ibnul Qayyim  rahimahullah  menyebutkan  alasan kenapa dua hal itu digabungkan. Beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggabungkan antara maslahat dunia dan akhirat dalam hadits “Bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki.”
.
Nikmat dan kelezatan akhirat bisa diraih dengan ketakwaan pada Allah. Ketenangan hati dan badan serta tidak rakus dan serakah pada dunia, dan tidak ada rasa capek dalam mengejar dunia, itu bisa diraih jika seseorang memperbagus dalam mencari rezeki.
.
Oleh karenanya, siapa yang bertakwa pada Allah, maka ia akan mendapatkan kelezatan dan kenikmatan akhirat. Siapa yang menempuh jalan yang baik dalam mencari rezeki (ijmal fii tholab), maka akan lepas dari rasa penat dalam mengejar dunia. Hanyalah Allah yang memberikan pertolongan.” (Lihat Al Fawaid, hal. 96).
.
Berarti jika kita mendapatkan keuntungan dunia dan akhirat serta tidak ada rasa letih dalam mencari nafkah, maka cukupkanlah diri pada pekerjaan yang halal.
.

Bisnis Dari Uang Haram Riba

.
.
Untuk apa berbisnis, jika fokus kita hanya dunia.. Sholat tidak bisa tepat waktu, tidak sempat datang kajian..
.
Untuk apa buka usaha, jika kita memulai dan menjalankannya dengan cara yang haram..
Pinjam modal dengan riba, menjalankan bisnis yang dilarang
.
~
.
:: Modal Haram, Kunci Kebangkrutan ::
.
Allah Azza wa Jalla telah berjanji untuk memusnahkan harta riba, baik keberkahannya maupun fisik hartanya.
.
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (QS. AlBaqarah: 276)

Dan bila Allah telah berjanji, Allah pasti memenuhi janji-Nya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
“Sesungguhnya (harta) riba, walaupun banyak jumlahnya, pada akhirnya akan menjadi sedikit.”(HR. Imam Ahmad, At Thabrany, dan AlHakim)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
. “Bisa jadi seseorang terhalang dari mendapatkan rezekinya akibat dari dosa yang ia lakukan.”(HR. Ahmad, Ibnu Majah dan lainnya)

Design a site like this with WordPress.com
Get started